SEKILAS INFO
: - Jumat, 20-07-2018
  • 5 bulan yang lalu / Daurah Hifdzut Tanzil (5 juz dalam 10 hari) Acara dilaksanakan pada tanggal 20 February – 2 maret 2018 diikuti oleh 25 santri. Terkait
  • 7 bulan yang lalu / Agenda Akhir semester 1 ini  rihlah dari Pantai Srau Pacitan Ke Ponpes Darul Fithrah. Tanggal 11-13 Des Terkait
  • 7 bulan yang lalu / Penerimaan santri baru dimulai pada 15 Desember 2017 Terkait

Indonesa adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak menurut situs support.muslimpro.com. Islam menyebar dengan pesat di negara ini. Berbagai macam latar belakang masyarakatnya menerima kehadiran islam sebagai problem solving dan penenang jiwa mereka yang masih bingung dengan tujuan hidup mereka.

Itu semua tak lepas dari perjuangan para ulama terdahulu dalam menyampaikan risalah ini. Namun, dibalik itu semua masih terdapat banyak perselisihan internal yang terjadi antar sesama umat muslim. Perbedaan itu terjadi disebabkan kurangnya toleransi antara sesama dalam masalah khilafiyah (perbedaan pendapat dalam masalah fiqih). Padahal khilafiyah adalah perkara yang ulama pun tak lepas akan hal itu. Namun itu semua tak membuat mereka terpecah belah karena sikap toleransi yang mereka pegang dan implementasikan selama itu bukan masalah tauqify yang telah ditetapkan Allah dan tidak bisa berubah-ubah.

Aksi Bela Islam 212

Rasulullah ﷺ pun tak terlalu mempermasalahkan hal ini karena memang tabiat manusia yang mempunyai pandangan yang berbeda dalam mensikapi sesuatu. Seperti pada perbedaan pendapat sahabat tatkala diperintahkan untuk pergi ke Bani Quraidzah. Rasulullah ﷺ bersabda kepada mereka : “ janganlah kalian sholat ashar sebelum kalian sampai di Bani Quraidzah!”. Setelah melalui perjalanan panjang, waktu ashar sudah hampir habis sebelum mereka sampai di Bani Quraidzah. Sahabat memiliki dua pandangan yang berbeda dalam mensikapi perintah ini. Sebagiannya berpendapat untuk sholat di pertengahan jalan dengan alasan perintah Rasulullah ﷺ itu adalah bentuk kiasan yang bermaksud untuk segera bergegas sampai di Bani Quraidzah dan sebagian lainnya tetap melaksanakan perintah harfiyah yang Rasulullah ﷺ sampaikan. Namun mereka tidak berseteru dengan hal itu sampai mereka melaporkannya kepada Rasulullah ﷺ. Sesampainya mereka kepada Rasulullah dan menyampaikan perselisihan mereka, Rasulullah ﷺ pun hanya terdiam yang menandakan bahwa Rasulullah tak menyalahkan antara keduanya.

Itulah gambaran kecil tentanng mensikapi khilafiyah yang ada disekitar kita. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan salah sebelum sempat tabayyun dan mencari sumber pendapat tersebut. Pun halnya mempelajari apa yang menjadi pegangan mayoritas masyarakat indonesia dalam mempelajari agama adalah salah satu sikap toleransi yang bisa ditempuh. Madzhab namanya.

Madzhab adalah adalah istilah dari bahasa Arab, yang berarti jalan yang dilalui dan dilewati, sesuatu yang menjadi tujuan seseorang baik konkret maupun abstrak. Sesuatu dikatakan mazhab bagi seseorang jika cara atau jalan tersebut menjadi ciri khasnya. Menurut para ulama dan ahli agama Islam, yang dinamakan mazhab adalah metode (manhaj) yang dibentuk setelah melalui pemikiran dan penelitian, kemudian orang yang menjalaninya menjadikannya sebagai pedoman yang jelas batasan-batasannya, bagian-bagiannya, dibangun di atas prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah.

Ada empat madzhab yang populer yang sesuai dengan ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang dipakai mayoritas umat muslim diseluruh belahan bumi. Madzhab Syafi’i, Hanafi, Hambali, dan Maliki. Berbeda dengan Arab Saudi yang bermadzhab Hanafi ataupun masyarakat sudan yang bermadzhab Maliki, ulama-ulama yang menyeberkan islam di Indonesia banyak mengambil hukum fikih dari dalam bingkai madzhab Syafi’i. Dengan mengenal Madzhab Syafi’i bisa membuat kita semakin mengenal masyarakat sekitar dan memahami mereka serta tidak keliru dalam mengambil jalan dakwah. Sekalipun mayoritas, tak menutup kemungkinan ada yang berpegang pada madzhab lain.

Islam bersatu Tanpa Perpecahan

Pembahasan fiqih Syafi’i inilah yang akan mejadi kajian dalam web ini sebagai wawasan tambahan kita dalam beramal dan berdakwah agar bisa cepat diterima oleh masyarakat karena menyesuaikan waqi’ yang ada di Indonesia yang berkiblat pada metode dan kesimpulan-kesimpulan fikih Imam Syafi’i. Wallahu a’lam.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Pengumuman Terbaru

Daurah Hifdzut Tanzil Daurah Tahfidz 10 hari 5 juz

HASIL UJIAN SELEKSI PPSB 2018

Pendaftaran Santri Baru 2018/2019 telah dibuka

PENGUNJUNG

Arsip