SEKILAS INFO
: - Jumat, 16-11-2018
  • 3 minggu yang lalu / SBQ (Sehari Bersama Al Qur’an) Terkait
  • 4 minggu yang lalu / KBM libur ( khutbah bahasa inggris kelas 12 dan kelas 9) Terkait
  • 1 bulan yang lalu / KBM libur ( kerja bakti ngecor ) Terkait

Perbaikilah prasangkamu kepada sesama Muslim, supaya hatimu jernih dan perangaimu bersih & suci

Nyatanya, prasangka baik itu menenangkan. Ia mengajak kita untuk senantiasa tersenyum, menerima segalanya dengan kelapangan hati yang menentramkan.

Penelitian menyatakan bahwa 70% penyakit berasal dari fikiran sedangkan 30%nya berasal dari virus, bakteri dsbnya. ya salah satunya dari fikiran-fikiran negatif itu. Coba evalusi diri, saat ada masalah, saat tantangan hidup berada di depan mata kita, lalu yang ada difikiran kita hanya fikiran-fikiran negatif, apa yang terjadi?
Bukan tantangan hidup itu terselesaikan dengan baik, justru menambah beban dan terus memberatkan pundak kita. Begitu bukan?

Contohnya saja, seorang mahasiswa yang mendapati tantangan hidupnya sulit untuk membayar kos-kosan karena terbatasnya keuangan. Bukan mencari jalan keluar, justru ia sibuk memenuhi fikirannya dengan selftalk negatif
“aduh, gimana ini, bisa diusir saya” ..
“ya Tuhan, kenapa hidup ini begitu sulit” ..
“saya sudah tidak dapat melanjutkan kuliah lagi” dan sebagainya.

Adakah tantangan hidup yang tidak dapat terselesaikan?

Allah berfirman,
“Laa yukallifullahu nafsan illa wus’ahaa”

“Allah tidak akan membebani suatu kaum melainkan dengan kesanggupannya”
Albaqorah : 286.

Pun sama halnya dengan membina hubungan sosial. Baik itu dalam lingkup lingkungan rumah, tempat kerja atau yang paling dekat dengan keseharian, adalah hubungan persaudaraan sesama manusia di lingkungan yang sama.

Dalam dunia sosial, tidak mungkin tidak terjalin interaksi.
Dalam interaksi, tidak mungkin tidak terjadi dinamika.
Nah, disinilah fikiran berperan sangat besar. Sering kali apa yang kita harapkan jauh diluar realita dihadapan. Kita menginginkan teman kita berbuat seperti ini, justru ia melakukan seperti itu, dan sebagainya.

Begitulah Allah menetapkan.
Antara Manusia satu dengan Manusia lainnya jelas berbeda, tidak sama. Hingga hubungan kita terkadang terasa begitu bergejolak.

“Tingkatan terendah dalam ukhuwah adalah membersihkan fikiran kita dari hal2 buruk tentang saudara kita, menghilangkan prasangka buruk, dengki, dan mengedepankan kelapangan hati.”

Sedang tingkatan tertingginya adalah itsar, yakni mendahulukan kepentingan saudara diatas kepentingan pribadi” (Imam Syahid Hasan Al Banna.)

Benar memang, jelas kita membutuhkan kelapangan hati dan prasangka baik dalam persaudaraan sesama Manusia. Tanpa itu, bubar jalan lah persaudaraan kita.
Yakinkan dalam hati bahwa selalu ada alasan dalam tiap tindakan. Cari tau alasan itu, mengerti, pahami, dan hiasi fikiran dan hati dengan prasangka baik.

Dan jangan pernah lupakan, bahwa prasangka baik itu adalah untuk dirimu. Karna ia menghadirkan ketenangan dalam jiwa.
Jiwa yang tenang, jiwa yang dekat dengan Rabbnya. Jiwa yang siap menerima hidayah dan cahaya dari Nya. Bahkan prasangka baik tak memiliki efek samping apapun yang menyebabkan dirimu menderita. Yang ada hanya kebaikan, insya Allah.

Maka, perbaikilah prasangkamu…, berfikir positif atas segala hal yang kau hadapi. Dengan fikiran positif kan membawamu pada ketenangan hati dan kebermanfaat dalam bertindak sehingga yang tercipta hanya kebaikan. Semangat berbaik sangka..🙏🏻🙏🏻🙏🏻😊😊😊

TINGGALKAN KOMENTAR

Pengumuman Terbaru

khutbah bahasa inggris kelas 12 dan kelas 9 akan dilaksanakan pada 18 oktober

Daurah Hifdzut Tanzil Daurah Tahfidz 10 hari 5 juz

HASIL UJIAN SELEKSI PPSB 2018

PENGUNJUNG

Arsip