SEKILAS INFO
: - Minggu, 11-04-2021
  • 7 bulan yang lalu / Kajian Kitab Safinatun Najah
IBNU SYIHAB AZ-ZUHRI | Penyabar dalam Belajar

IBNU SYIHAB AZ ZUHRI

I. Nasab

Beliau adalah Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah bin Abdullah bin Syihab azZuhri alQuraisyi al-Madani. Di kalangan para ulama dan ahli hadits nama beliau lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Syihab. Beliau terkadang dipanggil dengan nama Abu Bakar, dan julukan al-Hafidz. Beliau seorang ulama tabiin yang agung dan mulia, dan banyak meriwayatkan hadits dari sejumlah sahabat besar yaitu Ibnu Umar, Abdullah bin Ja’far, Mahmud Ibnu Arabi, Abu Tufail, dan Saib bin Yazid. Demikian juga, beliau beliau banyak meriwayatkan hadits yang berasal dari para ulama tabiin besar lainnya.

Beliau juga termasuk dari fuqoha, ahli hadits, ulama tabi’in Madinah. Ibnu Syihab Az-Zuhry sempat bertemu dengan sepuluh sahabat Rasulullah .

II. Perjalanan hidup

Diantara hal yang membedakan Ibnu Syihab dengan para tabiin lainnya adalah kekuatan hafalannya. Dibawah ini Akan kami kemukakan beberapa riwayat yang memperkuat dan mendukung pernyataan tersebut diatas.

Dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa Ibnu Hisyam bin Malik meminta az-Zuhri mendiktekan kepada anak-anaknya, maka beliau memanggil seorang penulis untuk mencatat hadits yang akan didiktekannya. Lalu beliau mendiktekan sebanyak 400 hadits. Kemudian Ibnu Hisyam berkata kepadanya, “Sesungguhnya buku ini telah hilang”. Maka beliau memanggil seorang penulis untuk mencatat hadits yang akan didiktekan oleh beliau, dan beliau mendiktekan sejumlah hadits yang sama dengan catatan pertama (sebanyak 400 hadits). Setelah itu maka Ibnu Syihab membandingkan buku catatan yang kedua dengan buku catatan yang pertama, ternyata tidak ada satu huruf pun yang terlewatkan atau kelebihan.

Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa beliau menaruh sebuah baskom untuk mencuci tangan di hadapannya, lalu beliau membaca hadits, dimana tangan beliau tetap berada pada baskom sampai terbit fajar.

Beliau juga termasuk orang yang pertama kali yang menyusun ilmu secara sistematis.

III. Keutamaannya

Beliau Ibnu Syihab Az Zuhri memiliki keutamaan-keutamaan diantaranya beliau terkenal sebagai seorang yang alim, sabar, teguh, toleransi, zuhud, mulia, murah hati, dermawan, dan dikenal juga dengan akhlaqnya yang terpuji.

Ibnu Syihab adalah seorang yang memiliki kelebihan dalam bidang ilmu, hikmah, kezuhudan, dan kedermawanan, kesabaran dalam mencari ilmu.

Ibnu Syihab termasuk orang yang paling sulit dicari tandingannya pada masanya dalam kesabaran mencari ilmu. Riwayat- riwayat berikut akan memperkuat pernyataan diatas, sekaligus menjadi bukti nyata yang memperkokoh pengakuan atas pernyataan yang sebenarnya.

  1. Ibnu Syihab az-Zuhri telah meriwayatkan, beliau berkata: “Aku mengikuti Said bin Musayyib dalam mencari satu hadits selama tiga hari”.

  2. Ibnu Syihab az-Zuhri mengabarkan tentang dirinya, “Tidak akan ada yang memiliki kesabaran dalam mencari ilmu seperti kesabaranku, dan tidak ada seorangpun yang gigih dalam menyebarkannya seperti kegigihanku”.

  3. Sufyan berkata, “Ketika az-Zuhri meninggal maka tidak ada seorangpun yang di muka bumi ini yang lebih ahli dari dalam sunnah melainkan beliau”.

  4. Wahib berkata, “Aku tidak pernah melihat seorang yang lebih pintar dari az-Zuhri”.

  5. Al Laits bin Saad berkata, “Aku tidak pernah melihat alim yang lebih menguasai ilmu selain Ibnu Syihab, dan tidak ada seorang alim yang lebih luas wawasan keilmuannya selain beliau. Apabila aku mendengar Ibnu Syihab tentang motifasi untuk beramal, maka dapat aku katakan bahwa tidak ada penjelasan yang lebih bagus dari penjelasannya, apabila beliau berbicara tentang sejarah para nabi dan ahlu kitab maka tidak ada penjelasan yang paling bagus selain penjelasannya”.

IV. Hikmah dan Nasihat Beliau

Pada lisan az-Zuhri senantiasa mengalir kata-kata hikmah dan ungkapan-ungkapannya sarat akan nasihat serta bermanfaat. Dibawah ini akan kami ungkapkan beberapa kata-kata hikmah dan nasehatnya, dengan harapan pencari ilmu dan hikmah dapat dapat menambah perbendaharaan ilmu dan hikmah yang dimilikinya.

Ibnu Syihab az-Zuhri berkata, “Hilangnya ilmu itu dikarenakan lupa dan tidak dipelajari kembali”.

“Menghadiri majelis-majelis ilmu tanpa mencatatnya merupakan suatu kerugian.”

“Jika suatu majelis itu berlama-lama, maka setan memiliki kesempatan dalam majelis itu.”

“Berpegang teguh kepada sunnah merupakan keselamatan, ilmu itu dapat menghilang dengan cepat. Menyebarkan ilmu berarti memperkokoh kedudukan agama dan dunia. Hilangnya agama dapat membinasakan keseluruhannya.”

Ibnu Syihab Az Zuhri menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya tentang zuhud, “Yaitu orang, dimana harta yang halal tidak mampu menghalangi rasa bersyukurnya, dan harta yang haram tidak mampu mengalahkan kesabarannya.”

“Telah binasa diatas gunung Baitul Maqdis ini, umat para nabi yang lebih dari dua puluh nabi, dimana mereka meninggal karena kelaparan dan karena serangan bakteri. Sehingga mereka tidak makan selain apa yang mereka temukan. Dan mereka tidak mengenakan pakaian selain apa yang mereka temukan.”

V. Kata-Kata Mutiara az-Zuhri

Diantara ungkapan-ungkapan pilihan yang pernah diungkapkan oleh beliau adalah sebagai berikut:

  1. Pada suatu hari seorang lelaki bertanya kepada az-Zuhri tentang suatu hadits, maka beliau bekata kepadanya, “Apakah kalian tidak mengetahui bahasa, “lalu ia menjawab, “mudah-mudahan aku memahaminya,” lalu beliau berkata: “Bagaimana pendapatmu dalam ungkapan seorang penyair berikut ini: “Seorang korban minuman keras telah mengangkat kepalanya, padahal telah mati darinya seluruh anggota badan dan mafsholnya

Apa yang dimaksud dengan kata mafshol?” maka dia menjawab, “Lidah, “maka beliau berkata: “Datanglah besok kepadaku niscaya aku akan mengajarkan hadist kepadamu.”

  1. Ibnu Syihab az-Zuhri berkata: “Beliau ditanya, “Seandainya sekarang engkau berada di penghujung usiamu, apakah engkau akan menetap di Madinah, sehingga engaku dapat mengunjungi masjid Rasululloh, bersitirahat didalamnya dan menyandarkan dirimu pada salah satu tiangnya, dan mengajarkan ilmu kepada orang-orang? “maka beliau menjawab: “Seandainya aku melakukan hal itu, maka hal itu hanya akan membuang-buang waktuku karena sudah terlambat untuk dilakukan, sehingga aku tidak akan melakukannya, tetapi yang aku lakukan adalah zuhud terhadap dunia dan lebih mencintai akhirat.

  2. Ibnu Syihab Az Zuhri berkata: “Ilmu itu dicari dengan bertanya, seperti diburunya binatang buas.”

VI. Murid-Muridnya

Selain gigih dalam menuntut ilmu beliau juga gigih dalam menyebarkan kebenaran dan ilmu yang ia miliki. Maka tidak heran jika beliau mempunyai murid-murid yang kemudian menjadi orang-orang besar dan terpandang. Diantaranya ialah:

  1. Imam Malik bin Anas

  2. Shofyan bin Uyainah

  3. Shofyan Atsaury.

  4. Dan lain sebagainya.

VI. Wafatnya

Ia dilahirkan di madinah pada tahun 58 H bertepatan dengan wafatnya ummul mukminin Aisyah dan pada akhir masa kekhalifahan Muawiyah . Ibnu Syihab wafat disebuah perkampungan antara hijaz dan palestina dimana sebagian orang menyebutnya dengan perkampungan Adamiy. Beliau berwasiat agar jenazahnya dikuburkan di pinggir jalan dengan harapan setiap orang yang melewatinya akan memohomkan rahmat kepada Allah baginya, beliau wafat pada bulan Ramadhan tahun 124 H diusianya sekitar 66 tahun.

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Pengumuman Terbaru

Daurah Karantina Persiapan 30 Juz Sekali Duduk

Daurah Hifdzut Tanzil Daurah Tahfidz 10 hari 5 juz

Arsip