SEKILAS INFO
: - Sabtu, 24-07-2021
  • 11 bulan yang lalu / Kajian Kitab Safinatun Najah
Mengenal Keagungan Al-Qur'an

Al-Qur’an adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaran malaikat Jibril AS. Al-Qur’an adalah kitab suci terakhir dari sisi Allah SWT, kepada nabi dan rasul terakhir, untuk menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat manusia dan jin.

Sebelum Al-Qur’an ditulis dan dihafal oleh umat Islam di muka bumi, Al-Qur’an telah ditulis dan dipelihara di Al-Lauh Al-Mahfuzh, sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT:

بَلْ هُوَ قُرْآَنٌ مَجِيدٌ (21) فِي لَوْحٍ مَحْفُوظٍ (22)

Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al-Qur’an yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh. (QS. Al-Buruj [85]: 21-22)

Al-Qur’an telah ditulis dan disimpan dalam sebuah kitab yang terpelihara, di atas langit yang ketujuh, di sisi Allah. Sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT:

إِنَّهُ لَقُرْآَنٌ كَرِيمٌ (77) فِي كِتَابٍ مَكْنُونٍ (78) لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ (79) تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ (80)

Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan; ia diturunkan dari Rabb seluruh alam. (QS. Al-Waqi’ah [56]: 77-80)

Al-Qur’an telah ditulis dan disimpan dalam lembaran-lembaran yang suci dan dimuliakan, sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT:

كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ (11) فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ (12) فِي صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ (13) مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ (14) بِأَيْدِي سَفَرَةٍ (15) كِرَامٍ بَرَرَةٍ (16)

Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Allah itu adalah suatu peringatan. Maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya, tersimpan di dalam lembaran-lembaran yang dimuliakan, yang ditinggikan lagi disucikan, di tangan para penulis (malaikat), yang mulia lagi berbakti. (QS. ‘Abasa [80]: 11-16)

Seluruh surat, ayat dan kalimat dalam Al-Qur’an adalah firman Allah SWT. Allah SWT memfirmankannya dan memperdengarkannya kepada malaikat Jibril AS, maka malaikat Jibril AS membawanya turun dan menyampaikannya kepada Rasulullah SAW sebagaimana yang ia dengarkan secara langsung dari Allah SWT. Hal itu sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT:

قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ

Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur’an itu dari Rabbmu dengan benar…” (QS. An-Nahl [16]: 102)

وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192) نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ (195)

Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam. Ia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. (QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 192-195)

Rasulullah SAW menyampaikan seluruh wahyu Al-Qur’an kepada generasi sahabat sebagaimana yang beliau terima dari malaikat Jibril AS. Beliau tidak menyembunyikan satu surat pun, atau satu ayat pun, atau satu patah kata pun dari wahyu tersebut. Generasi sahabat menyampaikan wahyu Al-Qur’an tersebut kepada generasi tabi’in secara keseluruhan tanpa mengurangi, menambahi, atau merubahnya sedikit pun.

Demikian pula generasi tabi’in menyampaikan Al-Qur’an kepada generasi tabi’it tabi’in, dan akhirnya dari satu generasi muslim ke generasi muslim berikutnya menyampaikan Al-Qur’an secara sempurna; sehingga Al-Qur’an sampai kepada umat Islam hari ini, hari esok, dan seterusnya.

Sebagai penutup seluruh wahyu Allah SWT, Al-Qur’an bersifat sempurna, tidak memiliki kekurangan, kelemahan, dan kekeliruan sedikit pun. Al-Qur’an seratus persen terjamin kemurniannya dengan garansi dari Allah SWT. Allah SWT berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al-Hijr [15]: 9)

Kemurnian Al-Qur’an terjaga melalui dua cara, yaitu hafalan jutaan orang yang hafal Al-Qur’an (hafizh dan hafizhah) dan tulisan dalam mushaf yang dibaca oleh umat Islam. Mushaf Al-Qur’an terdiri dari 30 juz, 114 surat, dimulai dari surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan surat An-Naas. Demikian pula hafalan para hafizh dan hafizhah seratus persen bersesuaian dengan tulisan di dalam mushaf Al-Qur’an.

Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab suci Allah SWT yang terpelihara kemurniannya dengan dua cara yang agung ini. Dengan terjaganya kemurnian Al-Qur’an, maka tidak ada seorang pun makhluk yang mampu menambah-nambahi, mengurang-ngurangi, atau merubah-rubah Al-Qur’an.

Setiap upaya yang dilakukan oleh tangan-tangan jahat untuk merusak Al-Qur’an berhasil dibongkar dan dipatahkan. Kemurnian Al-Qur’an akan senantiasa terjaga, sampai suatu waktu kelak menjelang hari kiamat, di saat Allah berkehendak untuk mengangkat Al-Qur’an dari muka bumi. Sebagaimana diisyaratkan oleh firman Allah SWT,

وَلَئِنْ شِئْنَا لَنَذْهَبَنَّ بِالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ بِهِ عَلَيْنَا وَكِيلًا (86) إِلَّا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ إِنَّ فَضْلَهُ كَانَ عَلَيْكَ كَبِيرًا (87)

Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, dan dengan pelenyapan itu, kamu tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap Kami. Kecuali karena rahmat dari Rabb-mu. Sesungguhnya karunia-Nya atasmu adalah besar. (QS. Al-Isra’ [17]: 86-87)

Juga sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits shahih:

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْرُسُ الْإِسْلَامُ كَمَا يَدْرُسُ وَشْيُ الثَّوْبِ حَتَّى لَا يُدْرَى مَا صِيَامٌ وَلَا صَلَاةٌ وَلَا نُسُكٌ وَلَا صَدَقَةٌ وَلَيُسْرَى عَلَى كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِي لَيْلَةٍ فَلَا يَبْقَى فِي الْأَرْضِ مِنْهُ آيَةٌ وَتَبْقَى طَوَائِفُ مِنْ النَّاسِ الشَّيْخُ الْكَبِيرُ وَالْعَجُوزُ يَقُولُونَ أَدْرَكْنَا آبَاءَنَا عَلَى هَذِهِ الْكَلِمَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَنَحْنُ نَقُولُهَا

فَقَالَ لَهُ صِلَةُ: مَا تُغْنِي عَنْهُمْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَهُمْ لَا يَدْرُونَ مَا صَلَاةٌ، وَلَا صِيَامٌ، وَلَا نُسُكٌ، وَلَا صَدَقَةٌ؟ فَأَعْرَضَ عَنْهُ حُذَيْفَةُ، ثُمَّ رَدَّهَا عَلَيْهِ ثَلَاثًا، كُلَّ ذَلِكَ يُعْرِضُ عَنْهُ حُذَيْفَةُ، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْهِ فِي الثَّالِثَةِ، فَقَالَ: «يَا صِلَةُ، تُنْجِيهِمْ مِنَ النَّارِ» ثَلَاثًا

Dari Hudzaifah bin Yaman RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Islam akan pudar sebagaimana corak pakaian pudar, sampai-sampai tidak diketahui lagi apa itu shiyam, shalat, nusuk (haji atau penyembelihan) dan sedekah (zakat). KItab Allah benar-benar akan diangkat pada suatu malam, sehingga tidak tersisa satu ayat pun di muka bumi. Yang tersisa hanyalah kakek-kakek tua dan nenek-nenek tua. Mereka mengatakan: ‘Kami mendapati orang-orang tua kami mengucapkan kalimat ini, Laa Ilaaha Illa Allah, maka kami pun ikut-ikutan mengucapkannya.”

Shilah (tabi’in perawi hadits) bertanya, “Apa manfaatnya bagi mereka ucapan Laa Ilaaha Illa Allah, sementara mereka tidak mengenal apa itu shalat, shiyam, haji, dan zakat?” Mendengarucapan itu, Hudzaifah berpaling. Shilah mengulangi pertanyaannya tiga kali, namun setiap kali ditanya, Hudzaifah selalu memalingkan mukanya.

Pada pertanyaan yang ketiga, Hudzaifah menghadapkan wajahnya kepada Shilah dan menjawab, “Wahai Shilah, kalimat Laa Ilaaha Illa Allah akan menyelamatkan mereka.” Hudzaifah mengucapkannya sebanyak tiga. (HR. Ibnu Majah no. 4049 dan Al-Hakim no. 8460 dan 8636. Al-Hakim, Adz-Dzahabi, Al-Bushiri, dan Al-Albani menyatakan sanadnya shahih)

Dalam hadits dari Ahu Hurairah RA dari Nabi Rasulullah SAW, beliau bersabda:

وَيُسْرَى عَلَى كِتَابِ اللهِ ، فَيُرْفَعُ إِلَى السَّمَاءِ ، فَلاَ يَبْقَى فِي اْلأَرْضِ مِنْهُ آيَةٌ

“Kitab Allah akan diperjalankan dan diangkat ke langit, sehingga tidak tersisa di muka bumi walau hanya satu ayat pun dari Al-Qur’an.” (HR. Ibnu Hibban no. 6853)

Wallahu a’lam bish-shawab.

TINGGALKAN KOMENTAR

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pengumuman Terbaru

Daurah Karantina Persiapan 30 Juz Sekali Duduk

Daurah Hifdzut Tanzil Daurah Tahfidz 10 hari 5 juz

Arsip