SEKILAS INFO
: - Selasa, 19-01-2021
  • 5 bulan yang lalu / Kajian Kitab Safinatun Najah

Buku Panduan

Ilmu dan Hikmah

Nama Kitab                         : Jami’ul Ulum Wal Hikam

Pengarang                          : Syihabuddin bin Ahmad Ibnu Rajab Al-Hambali

Penerbit                              : Muassasatu Kutubi Ats-Tsaqofiyah

Tahun Terbit                      : 1990 Masehi

Cetakan                               : Cetakan Kedua

Jumlah Halaman              : 456 Halaman

 

Kitab Jamiul ulum wal hikam adalah syarah dari Hadits arbain an-Nawawiyyah karya Imam An-Nawawi. Kitab ini dikarang oleh seorang ulama berhadzab hambali yaitu Ibnu Rajab. Di dalam buku ini sang penulis memaparkan hadits-hadits Nabawiyah, menjelaskan kata-kata asing dan makna-maknanya, menyebutkan hadits-hadits yang sejenis dengannya, menjelaskan hukum-hukum fikih dan perbedaan pendapat ulama yang terdapat di dalamnya.

 

  1. Pendahuluan

Kebutuhan kaum muslimin untuk mempelajari hadits Nabi adalah suatu keniscayaan, karena hadits merupakan sumber ajaran islam kedua setelah al-Qur’an, dan sebagai langkah awal untuk menyerap banyak faidah dari hadits Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah mempelajari buku yang memuat hadits-hadits shahih tersebut.

Kitab Jami’ul Ulum wal Hikam ini adalah salah satu syarah (penjelas) dari kitab al-Arba’in an-Nawawiyyah, karya Imam an-Nawawi yang sudah sangat terkenal, baik di kalangan para ulama, penuntut ilmu, maupun kalangan masyarakat secara umum, bahkan telah banyak dihafal dan dijadikan materi pengajaran dalam banyak lembaga pendidikan. Di dalamnya memuat 42 hadits pendek namun sarat makna (Jawami’ al-Kalim), yang berisi tema-tema penting dan merangkum intisari ajaran Islam.

.

Biografi Pengarang

Nama beliau adalah Al-Imam Al-Hafizh Al `Alim Zainuddin Abdurrahman bin Ahmad bin Abdurrahman bin Al-Hasan bin Muhammad bin Abu Al Barkat Mas`ud As Salami Al Baghdadi Ad Dimasyqi Al Hanbali, yang terkenal dengan nama Ibnu Rajab, Rajab adalah gelar kakeknya yang bernama Abdurrahman.

Dalam kitab Ad Durrarul Kaminah (2/107) yang memuat biografi Ibnu Rajab, menyebutkan bahwa beliau diberi gelar Rajab karena beliau lahir pada bulan itu. Ia lahir di Baghdad pada tahun 736 H, 80 tahun setelah jatuhnya ibu kota ilmu, Baghdad, ke tangan Mongol.

Ibnu Rajab mulai mengaji ilmu agama dari ayahnya, ia juga seorang murid yang tekun mencari ilmu, sehingga tidak mengherankan apabila dia banyak sekali memperoleh ilmu dari ayahnya, kondisi ini semakin didukung oleh ayahnya Ibnu Rajab yang tidak henti-hentinya menurunkan semua ilmu yang dimilikinya.

Sejak kecil Ibnu Rajab sudah banyak menghafal hadits-hadits Nabi ﷺ, ia juga belajar tentang riwayat al-Quran dari beberapa ulama. Ia mahir dalam ilmu fiqih, ushul hadits, sejarah dan lainnya, kecakapannya dapat dilihat dari kitab kitabnya yang berkualitas tinggi dan penuh dengan analisis. Ibnu Rajab inilah yang menyebarkan madzhab Imam Ahmad di Baitul Maqdis dan Damaskus, dan mewariskan beberapa karya ilmiah yang begitu berharga dan bahan referensi bagi umat Islam.

Al Hafizh Ibnu Rajab Al Hanbali wafat pada tahun 795 H di Damaskus dan dimakamkan di kuburan Al Baab Ash Shaghir di samping kuburan Syaikh Al Faraj Abdul Wahid bin Muhammad Asy Syairazi Al Maqdisi Ad Dimasyqi yang wafat pada bulan Dzulhijjah tahun 486 H.

 

Pujian ulama` terhadap beliau:

  1. Qadhi Alauddin bin Al Lahham berkata seperti yang dinukil oleh Yusuf bin Abdul Hadi, “Ibnu Rajab adalah syaikh kami, imam, orang alim, ulama paling istimewa, hafizh hadits, syaikhul Islam, penerang bagi hal yang gelap, dan penjelas segala yang tidak jelas.

Juga dinukil dari Qadhi Alauddin yang berkata, “Pada suatu ketika, Syaikh Ibnu Rajab menyebutkan salah satu masalah kepada kami dan menjelaskannya dengan panjang lebar, kami kagum akan hal tersebut dan ketelitiannya. Setelah itu, masalah tersebut terangkat pada pembahasan para pengikut madzhab dan lain-lain, namun Ibnu Rajab tidak berkata sepatah kata pun. Ketika dia berdiri, aku bertanya kepadanya, ‘Bukankah engkau telah membahas masalah tersebut sebelumnya?’ Ibnu Rajab menjawab, ‘Aku mengatakan sesuatu yang aku harapkan pahalanya dan aku takut berbicara di tempat ini.”

  1. Hafizh Syam dan sejarawan Islam, Syihabuddin Ahmad bin Hijji berkata sebagaimana yang dinukil darinya oleh Ibnu Hajar, “Ibnu Rajab hebat dalam banyak disiplin ilmu dan menjadi orang yang paling ahli tentang cacat hadits dan jalur-jalurnya. Sebagian besar sahabat-sahabat kami pengikut madzhab Hanbali adalah murid-muridnya.”
  2. Ibnu Nashiruddin Ad Dimasyqi berkata, “Ibnu Rajab Al Hanbali adalah Syaikhul Islam, imam, ulama` hebat, ahli zuhud, panutan, penuh berkah, hafizh hadits, narasumber, orang terpercaya, hujjah, orator terhebat yang dimiliki oleh kaum muslimin, pakar hadits, seorang imam yang zuhud dan ulama` yang ahli ibadah.”
  3. Ibnu Imad berkata, “Ibnu Rajab adalah syaikh, imam, orang alim, ulama`, ahli zuhud, panutan, penuh keberkahan, hafizh hadits, narasumber, orang terpercaya, dan hujjahnya kaum muslimin.”
  4. An Nu`aimi berkata, “Ibnu Rajab adalah syaikh, ulama`, hafizh hadits, ahli zuhud, dan syaikh para pengikut madzhab Hanbali.”

Dan masih banyak pujian ulama` kepada beliau. Semoga Allah merahmatinya dan mensucikan ruhnya, dan menjadikan kita termasuk orang yang mengikuti keshalihan dan melanjutkan keilmuaannya.

  • Tentang kitab

Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam dan shalawat serta salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Buku ini berjudul Jami’ul Ulum Wal Hikam, buku ini berisi penjelasan dari 42 hadits dari kitab Arbain An-Nawawiyah tulisan Imam an-Nawawi, lalu Ibnu Rajab menambahkan 8 hadits lagi sehingga lengkap menjadi 50 hadits beserta penjelasan dan untai-untai hikmah dari hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahumullah menambahkan 8 hadits lain dari hadits-hadits Jawami’ul Kalim Al-Arba’in An Nawawiyah, hingga hadits-hadits tersebut berjumlah lima puluh hadits. Lalu buku itu diberi judul “Jaami’ul ‘uluum wal Hikam fie Syarhi Khomsiina Haditsan Minal Jawaami’ul Kalim. Dalam syarah ini Al-Hafizh Ibnu Rajab memaparkan hadits-hadits Nabawiyah, menjelaskan kata-kata asing dan makna-maknanya, menyebutkan hadits-hadits yang sejenis dengannya; menjelaskan hukum-hukum fikih dan perbedaan pendapat ulama yang terdapat di dalamnya.

 

Metode Penulisan Kitab

Manhaj dan Keistimewaan Ibnu Rajab mensyarah hadits dalam bukunya Jaami’ul ‘uluum wal hikam (Panduan Ilmu dan Hikmah)

  1. Ibnu Rajab al Hanbali mentakhrij hadits dan menyebutkan berbagai jalan (riwayat) dan lafadz hadits tersebut, beliau juga mengkomparasikan dan menjelaskan derajat berbagai riwayat hadits dimaksud.
  2. Ibnu Rajab menukil ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan hadits dimaksud. Beliau juga menukil atsar (perkataan) para Salafus Shaleh yang menjelaskan makna hadits yang tersebut.
  3. Ibnu Rajab menukil banyak hadits dalam menjelaskan makna dan esensi hadits yang dimaksud.
  4. Menjelaskan hadits gharib (yang asing) dan menguraikan kandungannya dengan penjelasan yang menarik, serta menyebutkan berbagai faidah dan maksud yang dapat diambil dari hadits tersebut.
  5. Beliau menyebutkan hukum-hukum fikih dari hadits dengan merujuk kepada narasumber/referensinya
  6. Beliau menukil kata-kata hikmah dan nasihat-nasihat berharga dari para Salafus Sholih yang ada kaitannya dengan hadits.

 

Beberapa keistimewaan tersebut menjadikan buku Ibnu Rajab ini dijadikan rujukan jutaan kaum muslimin di seantero dunia. Mulai dari mereka yang masih awwam hingga para aktivis dakwah dan para penggiat ilmu sekalipun. Hal Ini pula yang menjadi alasan sebagian ahli ilmu mengkategorikan kitab Jaami’ul Uluum wal Hikam (Panduan Ilmu dan Hikmah) termasuk buku syarah hadits terbaik dari sekian syarah Al-Arba’in An Nawawiyah lainnya.

Kelebihan Kitab

Kelebihan kitab ini adalah Imam Ibnu Rajab selalu menambahkan dalil-dalil yang bersangkutan dengan hukum-hukum yang telah dijelaskan dalam kitab ini, beliau juga memaparkan riwayat-riwayat yang shohih dari dalil tersebut.

 

Kesimpulan

Kesimpulan di dalam pembahasan kitab ini adalah mencakup pembahasan tentang hukum-hukum fiqih yang berkenaan tentang hadits-hadits tersebut disertai juga dengan menukil ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan hadits tersebut serta menjelaskan jalur periwayatannya.

Corected By: iRist

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Pengumuman Terbaru

Daurah Karantina Persiapan 30 Juz Sekali Duduk

Daurah Hifdzut Tanzil Daurah Tahfidz 10 hari 5 juz

Arsip