SEKILAS INFO
: - Rabu, 20-01-2021
  • 5 bulan yang lalu / Kajian Kitab Safinatun Najah

Judul buku      : Tadrib ar-Rawi fii Syarhi  Taqrib an-Nawawi

Pengarang       : Al Hafizh Jalaluddin Suyuthi

Penerbit           : dar taibah li annasri wa at tauzi’. riyadh

Tahun              :

Tebal               : 1.078 halaman

ISBN               :

Peresensi         : Muhammad Luthfi Hibatullah

  1. Latar belakang kepenulisan kitab

Hadits / Sunnah adalah apa apa yang disandarkan kepada nabi Muhammad saw. dari perkataan, perbuatan, taqrir (ketetapan), dan sifat. Dalam Islam, hadits mempunyai kedudukan yang sangat tinggi dan mulia, karena hadits adalah salah satu sumber hukum dan sebagai penjelas bagi Al Quran. Akan tetapi, pada zaman Rasulullah beserta para sahabatnya, hadits-hadits Rasululah belum tersusun di satu buku, melainkan hanya dihafal oleh para muhaddits.

Maka dari itu banyak ulama-ulama yang mengumpulkan hadits dan menyusunya di kitab-kitab mereka. Karena tidak semua hadits itu periwayatanya mutawatir, oleh sebab itulah hadits menjadi sangat rawan untuk dipalsukan oleh para pemalsu hadits sesuai dengan hawa nafsu mereka sendiri. Jika hal ini dibiarkan tanpa ada ilmu yang menjadi standar dalam penukilan hadits, maka hal ini berdampak kepada kerusakan syariat. Yang dimaksud adalah kaum muslimin tidak mampu untuk mengamalkan syari’at sepenuhnya, dikarenakan banyak hadits (yang notababene nya menjadi salah satu sumber utama) yang di palsukan.

Agar hal itu tidak terjadi, maka para ulama mulai menyusun tentang ilmu hadits yang bertujuan agar dapat diketahui manakah hadits yang sohih dan bisa menjadi landasan dalam pengambilan hukum dan mana saja hadits yang palsu. Diantara ulama yang menyusun buku tentang ilmu hadits adalah syeikh al-Islam al-Hafizh Abu Zakaria an-Nawawi, atau biasa kita kenal dengan sebutan imam Nawawi yang beliau beri judul at taqrib wa at taisir.

Kitab ini adalah kitab yang manfaatnya sangat besar, kedudukannya mulia, dan faidahnya sangat banyak sehingga buku ini banyak dipelajari oleh para tullab untuk mempelajari tentang ilmu hadits. Karena saking besarnya manfaat dari buku ini, para ulama juga banyak yang mensyarh buku ini, diantaranya adalah Imam Jalaluddin As Suyuthi. Beliau memberi judul buku syarh ini dengan judul Tadrib ar-Rawi fii Syarhi  Taqrib an-Nawawi. Beliau menjelaskan lafaz-lafaznya, menjelaskan makna-maknanya dan susunan-susunan kalimatnya, dengan mencantumkan matan yang asli. Serta menjawab berbagai hal yang kurang bisa dipahami dalam ilmu hadits. Agar memudahkan ahli hadits khususnya dan kaum Muslimin secara umum.

  1. Latar belakang keilmuan penulis

Nama lengkap imam Suyuthi adalah Jalaluddin Abu Fadhl Abdurrahman bin Kamaluddin Abu Bakar bin Fakhruddin Utsman bin Nasirudin AsSuyuti. Beliau lahir di Mesir pada tahun . beliau tumbuh dan besar di lingkungan yang islami sehingga pada umur 8 tahun beliau berhasil menghafalkan Al-Quran seluruhnya.

Dalam ilmu fiqih beliau adalah seorang ulama bermazhab Syafi’i. Tercatat, beliau memiliki guru sebanyak 700 syeikh, sebagaimana yang diriwayatkan oleh murid beliau sendiri yaitu syeikh As-Sya’rawi dalam kitab Dzail Tobaqoh al-Kubra. Bahkan, beliau mengarang sebuah buku yang didalamnya menjelaskan tentang biografi para gurunya yang beliau beri judul al-Munjim al-Mu’jam. Di dalam kitab itu guru-guru beliau mencapai 900 syeikh.

Beliau adalah seorang ulama yang pakar dibidang tafsir, hadits, qowaid fiqih, dan nahwu. Diantara karya-karya beliau yang masih bisa kita pelajari adalah Al Itqon fi Ulumil Quran (ulumul quran), Tafsir Jalalain (tafsir), Jami’ as-Shoghir (hadits), Asbah wan an-Nadzoir (nahwu), Syarhu Sunan Ibnu Majah (hadits) dan lain lain.

Adapun imam as-Suyuthi mensyarh buku ini dari kitab karya seorang ulama terkenal yaitu adalah imam an-Nawawi. Nama lengkap beliau adalah Yahya bin Syaraf bin Muri bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jumuah bin Hizam Al Hizami Al Haurani Ad Dimasyqi As Syafi’i. beliau adalah seorang ulama yang Allah berikan kelebihan berupa kecepatan dalam menghafal serta sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan semenjak kecil beliau adalah seseorang yang sangat mencintai Al-Quran.

Beliau adalah seorang ulama bermazhab syafii dan sangat aktif dalam hal kepenulisan sehingga sangat banyak kitab kitab yang sudah beliau tuliskan. Beliau pakar dibidang fikih, ulumul hadits, biografi dan sejarah da Bahasa arab. Adapun karya karya beliau adalah Raudhatut Tholibin, Al minhaj wa al idhah wa at tahqiq, majmu’ syarh muhazzab (di bidang fikih). Tahzib Al Asma’ wa Al Lughot, Thobaqot Al Fuqoha’(di bidang biografi dan sirah). Tahzib al asma’ wa al lughot, dan tahrir at tanbih (dalam bidang bahasa) Al Irsyad dan at taqrib wa al isyarat ila bayani Al Asma’ Al Mubhamat (di bidang ulumul hadits).

  1. Isi buku

Di dalam buku ini terdapat 93 bab yang membahas tentang ilmu hadits dan apa saja yang berkaitan denganya. Secara global buku ini menjelaskan tentang 2 pembahasan yaitu ilmu dirayah dan ilmu riwayah dalam ilmu hadits. Adapun pengertian ilmu riwayah adalah suatu disiplin ilmu yang ada di dalam pembahasan ilmu hadits yang membahas tentang isi di dalam perkataan, perbuatan, dari Rasulullah beserta lafaz-lafaznya. Sedangkan ilmu dirayah dlam ilmu hadits adalah ilmu disiplin ilmu dalam ilmu hadits yang banyak membahas tentang riwayat riwayat beserta syarat syarat nya, macam macamnya, hukum hukum yang terkandung di dalamnya, dan apa saja yang berkaitan dengan itu.

Secara global buku ini membahas tentang dua ilmu tersebut, sehingga dapat dikatakan bahwa buku ini lengkap karena di dalamnya telah tercakup 2 disiplin ilmu sekaligus. Adapun dalam pembahasan riwayah beliau menjelaskan secara jelas dalam masalah ini, seperti istilah-istilah di dalam ilmu hadits, pembagian-pembagian hadits, sampai menjawab berbagai permasalahan yang banyak dialami oleh para ulama dikalangan ulama hadits. Adapun dalam masalah istilah dalam ilmu hadits beliau menjelaskan panjang lebar dalam masalah ini. Ditambah dengan pendapat ulama ulama lain yang berkenaan dengan istilah istilah di dalam hadits.

Dalam masalah pembagian hadits beliau juga menjelaskan secara jelas dan terperinci disertai dengan qaidah beserta pendapat pendapat ulama lain di bidang hadits. Dalam pembahasan tentang jawaban dari permasalahan pun juga demikian, beliau menjelaskan dengan jelas dan terperinci disertai dengan pendapat ulama lain di bidang hadits.

Sedangkan dalam pembahasan tentang dirayah beliau juga menjelaskan secara detail dan terperinci. Adapun pembahasan tentang dirayah mencakup beberapa hal, diantaranya adalah biografi-biografi perawi hadits dari mulai kalangan sahabat hingga tabi’in, sifat sifat yang ideal yang harus dimiliki sorang perawi hadits, adab-adab penuntut ilmu hadits khususnya, sampai kepada manhaj-manhaj ulama yang hadits dalam menentukan standar yang harus dimiliki pada seorang perawi hadits. Yang semuanya beliau jelaskan secara jelas dan terperinci disertai dengan pendapat pendapat ulama lain di bidang hadits akan hal tersebut.

  1. Kesimpulan dan penutup

Kesimpulan yang dapat kita ambil dari buku tersebut adalah bahwasanya buku ini Tadribur Rawi fi Syarh Taqrib an-Nawawi adalah dalah satu kitab yang membahas tentang hadits yang mencakup dirayah dan riwayah. Buku ini tergolong lengkap bagi siapa saja yang ingin mempelajari ilmu hadits, karena isinya lengkap dan pembahasanya pun jelas dan terperinci. Sehingga sangat memudahkan bagi para penuntut ilmu yang ingin mempelajari ilmu hadits.

Corected By: iRist

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Pengumuman Terbaru

Daurah Karantina Persiapan 30 Juz Sekali Duduk

Daurah Hifdzut Tanzil Daurah Tahfidz 10 hari 5 juz

Arsip