SEKILAS INFO
: - Jumat, 22-06-2018
  • 4 bulan yang lalu / Daurah Hifdzut Tanzil (5 juz dalam 10 hari) Acara dilaksanakan pada tanggal 20 February – 2 maret 2018 diikuti oleh 25 santri. Terkait
  • 6 bulan yang lalu / Agenda Akhir semester 1 ini  rihlah dari Pantai Srau Pacitan Ke Ponpes Darul Fithrah. Tanggal 11-13 Des Terkait
  • 6 bulan yang lalu / Penerimaan santri baru dimulai pada 15 Desember 2017 Terkait
Berbasis IT, Sekolah dan Pesantren Masa Kini
facebook marketing

Berbasis IT, Apa Sih Artinya?

Teknologi informasi atau biasa disingkat IT (Information Technology), saat ini seakan sudah tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Ada banyak bidang yang menggunakan IT sebagai sarana pembantunya, bahkan tak jarang yang sangat bergantung dengannya. Tak terkecuali di bidang pendidikan. IT sangat penting bagi dunia pendidikan. Dan sekolah berbasis IT pun bukan hal baru lagi saat ini. Sebenarnya apa sih sekolah berbasis IT?

Sekolah berbasis IT adalah sekolah yang memanfaatkan IT sebagai teknologi penunjang dalam proses pembelajaran para siswanya. Biasanya tak hanya menjadi teknologi pendukung, IT juga diajarkan lebih mendalam di sekolah seperti ini. SMP berbasis IT, SMA berbasis IT, pesantren berbasis IT, semua menyadari pentingnya IT untuk menunjang proses pembelajaran. Dengan IT, siswa atau santri mengenal kelas multimedia hingga e-learning.

Bagaimana Teknologi IT Mendukung Proses Belajar

Apa saja yang bisa dimanfaatkan dari IT dalam proses pembelajaran? Dengan metode belajar berbasis IT, siswa dan guru bisa saja berada di dua tempat yang berbeda secara geografis. Kebutuhan akan ruang bisa jadi tak lagi relevan dengan adanya teleconfrence antara siswa dan guru, webinar atau seminar di dunia maya juga bisa diadakan, dan sifatnya dua arah seperti seminar yang sebenarnya Jika sewa ruang terlalu mahal, IT bisa menjadi solusi yang sangat murah.

E-learning juga bisa dilakukan. Sekolah tinggal menyusun materi bahan ajar, lalu dipasang dalam sebuah server, dengan menggunakan CMS –content management system — yang free. Siswa atau santri bisa mengakses materi pembelajaran secara mandiri, tetapi mereka tetap berada dalam koridor kurikulum yang ditentukan oleh sekolah. Berbeda dengan belajar di internet, meski sama sifatnya mandiri tetapi internet tak jarang membuat siswa tersesat dan teralihkan dengan hal lain. Ibarat buku, dengan e-learning siswa bisa mengakses banyak informasi tetapi lebih mudah dalam hal akses/pencarian.

Ada banyak sekali penerapan teknologi IT dalam dunia pendidikan. Bahkan pesantren berbasis IT seperti Darul Fithrah di Sukoharjo, banyak materi multimedia berbentuk audio visual yang mendukung proses belajar bahasa Arab, buku-buku berat karangan para ulama terdahulu pun tersimpan rapi dalam folder-folder hardisk yang bisa diakses kapan saja. Tentu ini akan sangat memudahkan proses belajar para santri di Darul Fithrah.

Pondok Pesantren IT Tidak Kehilangan Jati Diri

Meski pesantren Darul Fithrah melihat pentingnya IT bagi dunia pendidikan. Tetapi Darul Fithrah tetap meyakini bahwa identitas utama sebagai lembaga pendidikan Islam, tidak bisa dilepaskan dari tahfidz Al Qur’an dan pelajaran bahasa Arab –dan juga Inggris–. IT dan bahasa memiliki posisi yang sejajar, sebagai alat untuk mempermudah dalam menuntut ilmu. Darul Fithrah meyakini, penguasaan alat tersebut bukan berarti para santrinya kehilangan ciri khas pendidikan Islam dalam hal akhlaqnya. Untuk itulah, di pesantren tahfidz Solo ini para santri dibina secara seimbang antara jasmani dan ruhani.

Jadi sejauh mana IT digunakan dalam kehidupan anda?

TINGGALKAN KOMENTAR

Pengumuman Terbaru

Daurah Hifdzut Tanzil Daurah Tahfidz 10 hari 5 juz

HASIL UJIAN SELEKSI PPSB 2018

Pendaftaran Santri Baru 2018/2019 telah dibuka

PENGUNJUNG

Arsip