SEKILAS INFO
: - Jumat, 15-12-2017
  • 2 minggu yang lalu / Penerimaan santri baru dimulai pada 15 Desember 2017 Terkait
  • 2 minggu yang lalu / saat ini sedang berlangsung ujian lisan dan ujian tulis Terkait

 (اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ﴿١﴾ خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ ﴿٢﴾ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ﴿٣﴾ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ﴿٤﴾ عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ﴿٥

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, 2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, 4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam . 5. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

 

Sudah lama kita hidup didunia. Namun yang menjadi pertanyaan apa yang sudah kita lakukan selama ini sebagai hamba Allah yang mengharap ridhoNya. kesemua itu tak dapat digapai hanya dengan pengetahuan yang sedikit. Akan tetapi perlu banyak membaca dan mengkaji ulang apa saja perintah-perintahNya yang telah kita kerjakan ada apa saja yang belum dan seberapa benarkah kita dalam mengamalkan perintah tersebut. Maka dari itu, yuk membaca !

Salah satu penyakit kronis orang Indonesia adalah malas membaca atau enggan meluangkan waktu buat membaca. Apalagi setelah dunia medsos berkembang pesat beberapa tahun belakangan ini. Orang lebih suka baca status Facebook temannya yang galau ketimbang buku berisi pengetahuan baru.  Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan. Mungkin bukan hanya saya, Anda  pun khawatir.

Malas membaca bisa membuat kita merugi. Sebab, ketika membaca suatu bacaan, itu artinya kita sedang memperluas wawasan, menambah pengetahuan. Kalau tak membaca, kita akan kekurangan informasi.

 

Sering kita bertanya dalam hati, mengapa negara kita susah bersaing dengan negara-negara lain, apa ada yang salah dalam system perikehidupan rakyat kita. Seberapakah strata pendidikan, kemampuan dan penguasaan ilmu pengetahuan yang dimiliki, inovasi dan rekayasa teknologi yang sudah kita buat, apa yang telah dihasilkan karya-karya monumental putra-putri Bangsa Indonesia saat ini, semua itu menggelitik di sanubari para kaum cerdik pandai yang merumuskan dari titik mana kita mau mulai membenahi bangsa kita. Ternyata para penggiat pendidikan sepakat bahwa pintu gerbang penguasaan ilmu pengetahuan adalah dengan banyak MEMBACA. Sebab dengan membaca dapat membuka jendela dunia. Ketika jendela dunia sudah terbuka, masyarakat Indonesia akan dapat melihat keluar, sisi-sisi apa yang ada dibalik jendela tersebut. Sehingga cara berpikir masyarakat kita akan maju dan keluar dari zona kemiskinan menuju kehidupan yang sejahtera.

Rendahnya minat baca masyarakat kita sangat mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia, sebab dengan rendahnya minat baca, tidak bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia, di mana pada akhirnya akan berdampak pada ketertinggalan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, untuk dapat mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga, perlu kita kaji apa yang menjadikan mereka lebih maju. Ternyata meraka lebih unggul di sumber daya manusianya. Budaya membaca mereka telah mendarah daging dan sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam kehidupan sehari harinya. Untuk mengikuti jejak mereka dalam menumbuhkan minat baca sejak dini perlu kita tiru dan kita terapakan pada masyarakat kita, terutama pada tunas-tunas bangsa yang kelak akan mewarisi negeri ini.

 

Adapun beberapa akibat jika Anda tidak rajin membaca ;

 

  1. Orang yang tidak suka membaca cenderung pengetahuannya tidak bertambah

Apakah Anda pernah mendengar kalimat kiasan ini ” Buku adalah gudang ilmu ” atau ” Buku adalah Jendela Dunia”. ya kalimat-kalimat kiasan ini memiliki makna bahwa, seseorang yang rajin membaca akan mengetahui isi dunia, dalam hal ini seseorang yang rajin membaca mempunyai pengetahuan yang lebih dibanding mereka yang malas membaca.

 

  1. Ketinggalan Informasi

 

Orang yang malas membaca tidak akan berkembang, hal ini diakibatkan karena ia malas mencari atau membaca informasi-informasi yang sayang untuk dilewatkan.

 

  1. Memicu Faktor Kebodohan

 

salah satu dampak yang fatal adalah bodoh, mereka yang tak sering membaca dan tak mengetahui apa-apa tentang berbagai informasi atau pengetahuan akan dicap sebagai orang bodoh, sebenarnya tak ada satupun manusia yang bodoh didunia ini, yang ada adalah orang-orang yang malas.

 

  1. Tidak memiliki kualitas diri

 

orang-orang yang malas membaca tidak akan berkembang dan tidak akan memiliki kwalitas diri yang baik, mengapa? karena mereka lebih cenderung malas melakukan segala hal, terutama malas membaca akan menimbulkan kepribadian yang monoton atau tidak berkembang dalam bidang apapun.

 

5.Tidak Bisa Memajukan Peradaban Bangsa

 

Perdaban suatu bangsa ditentukan oleh kecerdasan dan pengetahuannya, sedangkan kecerdasan dan pengetahuan di hasilkan oleh seberapa ilmu pengetahuan yang di dapat, sedangkan ilmu pengetahuan di dapat dari informasi yang diperoleh dari lisan maupun tulisan. Semakin banyak penduduk suatu wilayah yang haus akan ilmu pengetahuan semakin tinggi peradabannya .

 

Rendahnya minat baca masyarakat kita sangat mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia, sebab dengan rendahnya minat baca, tidak bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia, di mana pada akhirnya akan berdampak pada ketertinggalan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, untuk dapat mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga, perlu menumbuh kan  minat baca sejak dini.

 

 

 

Sumber :

Jika Budaya Malas Membaca Tetap Dipelihara, Jangan Mengeluh Jadi ‘Orang yang Tertindas’

( diakses pada Jum’at, 25 Desember 2015 )

 

http://gpmb.perpusnas.go.id/index.php?module=artikel_kepustakaan&id=42

( diakses pada Jum’at, 25 Desember 2015 )

TINGGALKAN KOMENTAR

Pengumuman Terbaru

Pendaftaran Santri Baru 2018/2019 telah dibuka

Arsip