SEKILAS INFO
: - Jumat, 10-09-2021
  • 1 tahun yang lalu / Kajian Kitab Safinatun Najah
PERTEMPURAN BELUM BERAKHIR | Musuh Tetap Berfikir

 

Al Qur`an Al Karim telah memaparkan secara jelas hakikat gerakan musuh-musuh Islam yang senantiasa berusaha memadamkan cahaya Islam di permukaan bumi ini. Orang Yahudi dan Nasrani akan selalu memerangi dan memperdaya kaum muslimin, mereka tidak akan mau berdamai dan tidak akan senang kepada kaum muslimin kecuali kalau kaum muslimin mau meninggalkan kebenaran, melepaskan keyakinan, dan beralih kepada mereka, bersama dalam konsepsi hidup mereka yang menyimpang, sebagaimana yang dijelaskan dalam surat Al Baqarah (QS. 2:120).

Inilah hakikat pertarungan yang selalu dilancarkan oleh orang Yahudi dan Nasrani terhadap jama`ah muslimin di mana pun ia berada dan disepanjang masa. Pertarungan aqidah antara kubu Islam dengan dua kubu tersebut, meskipun di antara mereka berdua yang satu dengan yang lainnya juga saling berseteru (QS. 2:113). Bahkan antar sekte-sekte dari satu agama atau antar mereka sendiri (QS. 20:62) dan (QS. 59:14).

Namun dalam pertarungan menghadapi Islam mereka selalu bersatu!, menggalang kekuatan bersama. Firman Allah Subhanahu wa Ta`ala:

“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. 8:73)

Inilah pertarungan aqidah, dalam inti dan hakikatnya. Kedua kubu ini selalu bersatu padu dalam pertarungannya menghadapi Islam dan kaum muslimin, selalu berganti warna, menggunakan bermacam bendera, dengan cara-cara busuk dan licik. Mereka telah mencoba memakai bendera aqidah dalam menghadapi semangat kaum muslimin yang begitu bergelora terhadap agama dan aqidahnya, dan mereka telah merasakan akibatnya.

Oleh sebab itu mereka mangganti taktik, kini mereka tidak lagi berjuang atas nama aqidah -yang memang itulah hakikatnya-, karena takut berhadapan dengan gelora semangat aqidah kaum muslimin dan selalu mengalami kegagalan. Mereka menyatakan perang atas nama teritorial, atas nama ekonomi, politik pakta militer, atas nama apa saja selain aqidah dan agama. Hingga hari ini dan sampai kapan pun Zionis Internasional dan Kristen Internasional tetap melancarkan serangan-serangan dengan motif tunggal, untuk menghancurkan batu karang aqidah kaum muslimin.

Sebagai bukti sejarah, dahulu kita mengalami perang dua negara super power, yaitu Komunis di Timur, dan Kapitalis di Barat. Itulah yang terlihat pada lahirnya, namun kita menyakini bahwa perpecahan itu hanyala sekedar bentuk luarnya semata dan bukan hakikatnya; ia sekedar perpecahan yang didasarkan atas kepentingan dan bukan prinsip; ia hanya pertempuran senjata dan perebutan “pasar”, bukan perpecahan Aqîdah dan konsepsi. Karena kedua-duanya ditegakkan atas konsep materialisme kehidupan. Sama sekali tidak ada perbedaan dalam watak konsep Amerika dan Rusia, yang ada hanyalah perbedaan tujuan ekonomis dan sosial. Mereka hanya berebut kekayaan dan wilayah “pemasaran” ! dan kitalah “pasar” yang mereka perebutkan itu.

Adapun pertentangan yang hakiki adalah pertentangan antara Islam melawan kedua kutub itu, Timur dan Barat sekaligus. Islam adalah kekuatan sejati yang menentang kekuatan materialisme musuh-musuh Islam. Islam menegakkan sistem atas asas ide spritual tentang kehidupan yang bertentangan dengan pemikiran materialisme dan ide pragmatis yang dangkal.

Setelah jatuhnya kekuatan Komunis, semakin kentara Islam sebagi satu-satunya sasaran tembak berikutnya, dengan dalih pemberantasan terorisme dan menjaga kedamaian dunia maka musuh-musuh Islam dibawah komando Amerika sebagai “Global Cop” terus menyisir dan mengusir kantong-kantong kekuatan muslim di berbagai belahan dunia, seperti yang baru terjadi di Afganistan dan Palestina serta berbagai wilayah-wilayah Islam lainnya.

Ini adalah pertempuran aqidah. Bukan pertengkaran masalah teritorial, bukan perselisihan mengenai bahan makanan, bukan sengketa tentang pakta militer, bukan problem bendera-bendera palsu itu. Mereka sengaja memalsukan, menutupi motif yang tersembunyi di dalam jiwa mereka, untuk mengecoh kaum muslimin tentang hakikat dan watak perjuangan mereka itu. Firman Allah Subhanahu wa Ta`ala :

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. (QS. 2:217)

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti millah mereka. (QS. 2:120)

Bila kaum muslimin terkecoh oleh tipu daya mereka, maka janganlah kita menyesali siapa-siapa, tetapi sesalilah diri kita sendiri. Kita telah menjauhkan diri kita sendiri. Kita telah menjauhkan diri dari pengarahan Allah Subhanallah Wa Ta`ala. Ketahuilah bahwa hawa nafsu itulah yang telah menjauhkan kaum muslimin dari petunjuk Allah Subhanahu wa Ta`ala. Firman Allah Subhanahu wa Ta`ala:

dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (QS. 38:26)

Inilah yang menyebabkan mayoritas umat Islam saat ini menjadi jauh dari Al-Qur’an sebagaimana dijelaskan di dalam firman Allah SWT:

Berkatalah Rasul:”Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan al-Qur’an ini sesuatu yang tidak diacuhkan”. (QS. 25:30)

Pada saat yang sama, musuh-musuh Islam berusaha keras untuk menjauhkan kaum muslimin secara personal mau pun kolektif dari sumber utama kekuatannya yaitu Al Qur`an Al Karim. Mereka menyadari bahwa dengan cara itu umat Islam dapat dikalahkan. Firman Allah SWT:

Dan orang-orang yang kafir berkata:”Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan al-Qur’an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan (mereka). (QS. 41:26)

Sesungguhnya Allah SWT telah menjelaskan tentang sikap dan jalan yang harus dipilih dan ditempuh kaum muslimin. Mereka tidak memiliki pilihan lain kecuali mengikuti jalan tersebut dan meninggalkan jalan hidup lainnya. Firman Allah Subhanahu wa Ta`ala:

Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata. (QS. 33:36)

Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan agama itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari (siksaan) Allah.Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertaqwa.- (QS. 45:18-19)

Jadi masalah ini adalah masalah yang sangat serius dan harus menjadi perhatian. Firman Allah Subhanahu wa Ta`ala:

Maka jika mereka tidak menjawabmu, ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka).Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun.Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. 28:50)

Rasulullah Shallallahu `alaihi wassalam bersabda:

“Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Kitab (Al Qur`an) ini dan menghinakan yang lain dengannya pula.” H.R. Muslim.

Karena itu jangan sampai kita mengikuti hawa nafsu mereka yang menyimpang dari garis yang tegas ini:

Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. 2:120)

Ringkasnya, ketika umat Islam telah jauh dari Kitabullah, maka musibah dan malapetaka serta segala jenis penyakit hati akan datang silih berganti. Umat Islam akan terus menjadi sasaran dan target peperangan dan penghancuran yang dilakukan oleh kekuatan yang tidak menghendaki tegaknya syariat Allah di muka bumi ini. Karenanya, kaum muslimin haruslah menyadari bahwa peperangan masih terus dan akan terus berlanjut, yaitu peperangan antara kebenaran melawan kebatilan, peperangan Aqidah Islam melawan kemusyrikan dan kekufuran.

Semoga Allah SWT memberikan petunjuk kepada umat ini, menyadarkan mereka dari berbagai penyimpangan, dan menjadikan mereka sebagai umat terbaik. Wallahu a’alam

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pengumuman Terbaru

Daurah Karantina Persiapan 30 Juz Sekali Duduk

Daurah Hifdzut Tanzil Daurah Tahfidz 10 hari 5 juz

Arsip