SEKILAS INFO
: - Selasa, 20-10-2020
  • 2 bulan yang lalu / Kajian Kitab Safinatun Najah

MERAIH RIDHO ILAHI DI TENGAH PANDEMI

Oleh Pesantren Darul Fithrah

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّ لِنَهْتَدِيَ لَوْلاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ فَضَّلَ عَشْرَ ذِي الحِجَّةِ عَلىَ سَائِرِ الأَيَامِ،

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَه، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ اخْتَارَهُ اللهُ وَاصْطَفَاهُ ،

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

وَقَالَ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

فَأِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النّارِ.

أَمَّا بَعْدُ

——————

اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ –اَللهُ أَكْبَرُ وِللهِ الْحَمْدُ.

Jamaah Shalat Idul Adha rahimakumullah.

Alhamdulillah, Puji syukur kepada Allah, satu kenikmatan dan kebahagiaan yang tiada terhingga, bahwa pada hari ini, di tengah situasi pandemi virus Corona ini, kita merayakan hari raya Idul Adha, hari raya bagi umat Islam yang bersifat internasional. Seluruh ummat muslim seantero dunia merayakannya. Alhamdulillah segala puji bagi Rabb semesta alam.

Shalawat dan salam, senantiasa tercurah kepada suri tauladan kita, Nabi Muhammad SAW, juga keluarganya, dan para sahabatnya.

 

اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ –اَللهُ أَكْبَرُ وِللهِ الْحَمْدُ.

Hadirin Jama’ah Idul Adha Rahimakumullah,

Pagi ini memori sejarah kita terbuka kembali, kita kenang kembali peristiwa ribuan tahun lalu. Terabadikan dalam Al Qur’an Surat Ash-Shaaffaat: 99-111. Peristiwa pengorbanan luar biasa dari hamba – hamba Allah subhanahu wa ta’ala.

Pagi ini kita agungkan lagi nama-nama besar itu: Nabi Ibrahim dan istrinya Hajar, Nabi Ismail dan Nabi Muhammad saw.

Kurang lebih 4000 tahun lalu, tiga hamba Allah,  –Ibrahim, Hajar dan Ismail – berjalan kaki sejauh lebih dari 2000 km, dari negeri Syam menuju jazirah tandus, jazirotul Arob.

Perjalanan mereka sungguh berat. Ribuan kilometer dilalui untuk memenuhi perintah Allah swt. Semua itu demi menaati perintah Allah. Demi menjadi hamba yang sholeh nan taat. Lelah letihnya hanya untuk mengapai Ridho Allah. Keringatnya yang bercucuran di tengah terik matahari, adalah bukti cintanya kepada Allah, Pengorbanan harta nya sebagai bukti syukur kepada Allah swt. Tak mengeluh dan tak kecewa bukti imannya kepada Allah. Mereka yakin, bahwa Allah lah yang memiliki jiwa dan hartanya. Sungguh keyakinan yang luar biasa. Keteladanan pengorbanan yang patut kita contoh dan refleksikan di kehidupan sehari-hari.

Allah berfirman,

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ

“Sungguh telah ada untuk kalian teladan yang baik dalam diri Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya.” (al-Mumtahanah: 4)

 

اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ –اَللهُ أَكْبَرُ وِللهِ الْحَمْدُ.

Jamaah Shalat Idul Adha rahimakumullah.

Hari ini kita tumpahkan linangan air mata bahagia, kata syukur dan pujianlah yang pantas kita ucapkan dan kita dendangkan sebagai wujud kebahagiaan atas segala nikmat yang tak terhingga dari Zat Yang Maha Kuasa. Kita bersimbah dosa, Dia menutupinya dan senantiasa menyeru kita untuk kembali kepada-Nya.

 

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ وَأَنِيبُوا إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ

Katakanlah: “Hai wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)”. (QS. az-Zumar : 53-54)

Atas segala nikmat itulah, apakah tidak sepantasnya kita lebih giat beribadah dan menyembah kepada-Nya sebagaimana Ismail yang hingga rela menyerahkan jiwanya?

Atas segala karunia itulah, apakah tidak sepantasnya kita semakin menghambakan diri kepada-Nya?

Atas segala pemberian itulah, apakah tidak pantas kita berkorban untuk meraih yang lebih tinggi yang telah dijanjikan-Nya?

Sungguh layak kita teladani, ketika Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih ismail, putra satu-satunya setelah sekian tahun penantian, Ismail yang masih muda belia, tanpa ragu, tanpa berkelit-kelit, menyambut perintah Allah swt dengan penuh kesabaran dan keyakinan,

قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

Ismail berkata, “Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Apakah kita ingin meraih ridho Allah tanpa pengorbanan secuilpun?

Apakah kita ingin hidup bahagia kekal di Surga kelak tanpa ketaatan? Tanpa kesabaran?

Sungguh Sabar dalam menempuh ketaatan adalah ciri orang yang beriman. Mengorbankan jiwa, raga, harta, yang sejatinya adalah pemberian Allah, merupakan kewajiban selaku hamba Nya yang beriman. Allah menjelaskan balasan bagi keluarga Ibrahim yang telah rela berkorban,

كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ اِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ

“Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.”

 

اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ –اَللهُ أَكْبَرُ وِللهِ الْحَمْدُ.

Jamaah Shalat Idul Adha rahimakumullah.

Surga Firdaus bukan untuk orang yang enggan menaati perintah Allah. Surga Allah bukan untuk orang yang pelit tenaga, Surga Allah bukan pula bagi orang yang pelit waktu atau pelit harta, mereka yang rela bersusah payah, mereka yang rela meninggalkan istirahat sejenak untuk beristirahat selamanya, mereka bersabar dengan payahnya ketaatan sesaat yang akan berganti dengan kenikmatan tiada tara, mereka bersabar meninggalkan maksiat demi diselamatkan dari penderitaan tak berpenghujung; neraka jahannam.

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ﴾

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan”. (QS. as-Sajadah : 16)

Rasulullah SAW yang dijamin masuk Surga, terus menghabiskan waktu istirahatnya untuk shalat malam, hingga kakinya bengkak-bengkak.

Rasullah SAW yang telah dihapus dosa-dosanya, tetap beristighfar 100 kali dalam sehari. Rasululah terus memohon ampunan setiap hari.

مَا أَصْبَحْتُ غَدَاةً قَطٌّ إِلاَّ اِسْتَغْفَرْتُ اللهَ مِائَةَ مَرَّةٍ

“Tidaklah aku berada di pagi hari (antara terbit fajar hingga terbit matahari) kecuali aku beristigfar pada Allah sebanyak 100 kali.” (HR. An Nasa’i)

Rasulullah mengorbankan pikiran dan badannya dalam dakwah di periode awalnya. Dilempari batu, dicaci maki, dan dihina-hina. Setelah dakwah meluas, Rasulullah tetap hidup dalam kesederhanaan. Rasulullah tetap hidup sahaja walaupun sebagai pemimpin Ummat Islam se Dunia. Pengorbanan yang luar biasa.

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ اْلآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian, yaitu bagi siapa saja yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) Hari Akhir dan dia banyak mengingat Allah (TQS al-Ahzab [33]: 21).

Tidak hanya Nabi Ibrahim yang menjadi tauladan kita, Nabi Muhammad SAW pun wajib menjadi teladan bagi kita.

Para sahabat Nabi, murid-murid Nabi pun banyak mengorbankan jiwa raga hartanya untuk Islam. Meninggalkan anak istri untuk menemani Nabi berjihad. Meninggalkan sejenak, manisnya dunia untuk melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Bagi mereka, harta titipan Allah, Nyawa, badan, tenaga, semuanya milik Allah.  Kisahnya sungguh sangat banyak. Mari kita ulang lagi baca-baca siroh mereka. Niscaya akan kita temui jiwa yang penuh pengorbanan dan Hati yang penuh kecintaan terhadap Allah, Rasul-Nya dan agama-Nya.

 

اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ –اَللهُ أَكْبَرُ وِللهِ الْحَمْدُ.

Jamaah Shalat Idul Adha rahimakumullah.

Bisa kita bayangkan, lelahnya Imam Syafii dalam menghafal qur’an. 7 tahun telah hafal qur’an. Bukan hasilnya yang kita lihat, namun kita bayangkan perjuangannya, bayangkan prosesnya, bayangkan pengorbanannya, tentu saja waktu main-mainnya  tersita, demi menghafal qur’an.

Letihnya para ulama’ terdahulu kita, mencari 1 hadits, mencari satu ilmu, harus menempuh perjalanan berat dari negara ke negara. Tak ada pesawat, tak ada bus, tak ada HP, namun tetap semangat meraih ridho Ilahi.

Semua itu karena keyakinannya, imannya yang kuat, rasa tunduk patuh sebagai muslim. Kata muslim berasal dari aslama yuslimu, yang berarti tunduk patuh. Artinya, bila kita mengaku muslim, maka harus tunduk dan patuh kepada Allah. Tunduk patuh kepada syariatnya. Tunduk patuh kepada aturan-aturan-Nya.

Hal-hal yang diwajibkan kepada kita, dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Hal-hal yang disunnahkan, dilaksanakan dengan penuh semangat. Semua larangan dijauhi semaksimal mungkin. Tentu saja, tidak semudah membalikkan tangan, itu semua butuh pengorbanan. Baik waktu, tenaga, jiwa atau raga.

Namun, pengorbanan itu tak akan terasa berat, malah terasa nikmat, manakala disertai dengan keimanan, keikhlasan, kecintaan kepada Allah SWT, dan penuh harap akan rahmat-Nya.

Pengorbanan agar jangan sampai kita melalaikan kewajiban. Jangan sampai kita bermalas malasan melaksanakan Sunnah. Maksimal dalam beribadah. Ptimal dalam beramal. Dan berkorban agar jangan sampai kita meremehkan dosa, atau hal yang diharamkan, terseret ke dalamnya, atau malah bangga berbuat dosa.

 

اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ –اَللهُ أَكْبَرُ وِللهِ الْحَمْدُ.

Jamaah Shalat Idul Adha rahimakumullah.

Allah akan ridho kepada hamba-Nya manakala hamba itu taat. Allah akan murka manakala aturannya diterjang. Mari kita maksimal berusaha mencari ridho Allah. Mari kita berhati-hati agar Allah tak murka. Hidup di dunia hanya sementara, kekal abadi ada di akherat. Surga atau neraka menanti kita.

Di tengah situasi pandemi, di keadaan sesulit apapun, jangan biarkan setan menguasai diri kita. Jangan biarkan nafsu mengalahkan kita. Mari terus maksimal beramal, optimal ibadah, kita curahkan segala kemampuan dengan niat lillahi ta’ala, niscaya Allah akan ridho, berkah menyelimuti kehidupan kita, dan kita akan senantiasa dijaga dari segala marabahaya.

 

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ.

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَ نَفَعَنِي وَ إِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَ الذِّكْرِ اْلحَكِيمِ وَ تَقَبَّلَ مِنِّي وَ مِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمِ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

 

KHUTBAH KEDUA

 

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ ، لا إله إلا الله، اللهُ أَكْبَرُ ، اللهُ أَكْبَرُ، ولله الحمد.

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا

فَيَا عِبَادَ اللهِ… أُوصِيكُمْ وَ إِيَّاي َنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ. فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُونَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ الله تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ}

وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاًعَلِيْمًا

(إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ،

اللَّهُمَّ ارْضَ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِينَ سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ وَ عُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِىٍّ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِينَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ المُؤْمِنِينَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ، وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَ لِلمُؤْمِنِينَ وَالمُؤْمِنَاتِ، وَ المُسْلِمِينَ وَالمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ. يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.

اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا وَ عَنِ اْلمُسْلِمِينَ وَ اْلمُسْلِمَاتِ الْبَلاَءَ وَ الْوَبَاءَ وَ الْغَلاَءَ وَ الْفَخْشَاءَ وَ اْلمُنْكَرَ وَ الْمِحَنَ وَ الْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَ مَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَ مِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً.

اللهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُومًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُومًا، وَلا تَدَعْ فِينَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُومًا.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلامَ وَالمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ وَحِّد صُفُوفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ اْلمُؤْمِنِينَ.

اللَّهُمَّ انْصُرِ اْلمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِكَ فِي كُلِّ مَكَانٍ وَ زَمَانٍ. اللَّهُمَّ وَحِّدْ صُفُوفَهُمْ وَ ثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ وَسَدِّدْ رَمْيَهُمْ وَ انْصُرْهُمْ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ وَ اْلمُشْرِكِينَ وَ اْلمُرْتَدِينَ وَ اْلمُنَافِقِينَ وَاْلمُجْرِمِينَ وَ اْلخَائِنِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Pengumuman Terbaru

Daurah Karantina Persiapan 30 Juz Sekali Duduk

Daurah Hifdzut Tanzil Daurah Tahfidz 10 hari 5 juz

Arsip